Jokowi: Di Dunia, Tak Ada Pilkada Serentak Sebanyak di Indonesia - Koranmu NTB
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Jokowi: Di Dunia, Tak Ada Pilkada Serentak Sebanyak di Indonesia

Jokowi: Di Dunia, Tak Ada Pilkada Serentak Sebanyak di Indonesia

Senin 08 Januari 2018, 16:45 WIB Jokowi: Di Dunia, Tak Ada Pilkada Serentak Sebanyak di Indonesia Ray Jordan - detikNews Presiden Jokowi (…

Jokowi: Di Dunia, Tak Ada Pilkada Serentak Sebanyak di Indonesia

Senin 08 Januari 2018, 16:45 WIB Jokowi: Di Dunia, Tak Ada Pilkada Serentak Sebanyak di Indonesia Ray Jordan - detikNews Jokowi: Di Dunia, Tak Ada Pilkada Serentak Sebanyak di IndonesiaPresiden Jokowi (Foto: Pool/Kris/Biro Pers Setpres) Kupang - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Pilkada Serentak di Indonesia adalah hal yang spesial. Sebab tidak ada di dunia ini yang melakukan pilkada secara serentak di 171 wilayah.
"Tahun 2018 ini tahun poltik karena akan ada pilkada serentak di 171 wilayah. Tidak ada di dunia, yang saya tahu Pilkada Serentak sampai 171 bareng-bareng, sama-sama ya hanya di negara kita ini," kata Jokowi saat mengisi kuliah umum di Kampus Universitas Muhammadiyah Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (8/1/2018).
Meski berlangsung di banyak wilayah secara serentak, Jokowi menyebut kegiatan pesta demokrasi tersebut bisa berlangsung lancar dan tertib. Ini karena, menurut Jokowi, matangnya sikap demokratis di tengah masyarakat.
"Karena kedewasaan berpolitik kita, insyaallah dalam memasuki tahapan pilkada kita sama-sama menjaga, memelihara kesatuan kita, persatuan kita. Jangan sampai karena perbedaan politik antar teman berpisah, antar tetangga berpisah, antar kampung terbelah, tidak boleh. Inilah demokrasi yang disepakati," kata Jokowi.
Jokowi pun mempersilakan warga untuk memilih kandidat di pilkada sesuai hati nurani masing-masing. Jangan sampai karena perbedaan pilihan kerukunan bangsa jadi terpecah.
"Silakan pilih yang paling baik menurut masing-masing. Setelah itu lima tahun sekali pilih lagi. Jangan sampai kit a memperlihatkan kebencian antara satu dengan yang lainnya, saling menjelekkan antar satu dengan yang lain. Jangan sampai hanya pilihan politik jadi terpecah," kata Jokowi.
"Pilihan politik itu berbeda boleh, tapi setelah itu ya sudah. Setelah diangkat biarkan bekerja lima tahun. Kalau kerjanya nggak benar, jangan dipilih lagi. Tapi kalau kerjanya baik ya silakan dipilih lagi," tambah Jokowi.
(jor/dhn)Sumber: Google News | Koranmu Nusa Tenggara Barat

Tidak ada komentar