Alumni 212 Pecah, Pemuda Muhammadiyah: Setop Politisasi ... - Koranmu NTB
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Alumni 212 Pecah, Pemuda Muhammadiyah: Setop Politisasi ...

Alumni 212 Pecah, Pemuda Muhammadiyah: Setop Politisasi ...

Selasa 30 Januari 2018, 12:06 WIB Alumni 212 Pecah, Pemuda Muhammadiyah: Setop Politisasi Keikhlasan Umat! Haris Fadhil - detikNews Ketum PP P…

Alumni 212 Pecah, Pemuda Muhammadiyah: Setop Politisasi ...

Selasa 30 Januari 2018, 12:06 WIB Alumni 212 Pecah, Pemuda Muhammadiyah: Setop Politisasi Keikhlasan Umat! Haris Fadhil - detikNews Alumni 212 Pecah, Pemuda Muhammadiyah: Setop Politisasi Keikhlasan Umat!Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak. (Haris/detikcom) Jakarta - Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut aksi 212 merupakan bentuk keikhlasan umat. Ia menyebut saat itu tak ada kaitan aksi dengan politik.
"212 itu simbol dari keikhlasan umat. Warga Muhammadiyah itu banyak dari daerah yang ke Jakarta dan mereka nggak ada kaitannya dengan politik apaka h Anies harus menang pada saat itu, nggak ada itu. Mereka datang karena sakit hati ada penistaan terhadap agama, itu saja," kata Dahnil di sela acara Pembukaan Kongres Ulama Muda Muhammadiyah (KUMM) di kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Selasa (30/1/2018).
Ia menyebut masalah mulai terjadi saat 212 dibelokkan untuk kepentingan politik. Dahnil meminta agar politisasi lewat pelembagaan 212 dihentikan.
"Ketika kemudian dibelokkan menjadi kepentingan politik melalui alumni-alumnian itu, ini menjadi masalah. Nah, itu justru buat umat terpecah. Jadi, saran saya, setop politisasi keikhlasan umat melalui pelembagaan 212-lah, segala macam. Itu yang kami nggak bersepakat," ujarnya.
Menurutnya, saat ini warga Muhammadiyah telah diimbau tidak mengikuti kegiatan yang mengatasnamakan 212, seperti reuni 212 yang lalu. Menurutnya, politisasi keikhlasan umat harus dihentikan.
"Muhammadiyah sejak awal misalnya ada reuni 212, kami sampaikan P emuda Muhammadiyah dan warga Muhammadiyah nggak perlu datang. Itu simbol imbauan setop menggunakan keikhlasan umat untuk kepentingan politik," pungkas Dahnil.
(haf/tor)Sumber: Google News | Koranmu Nusa Tenggara Barat

Tidak ada komentar